Tampilkan postingan dengan label Artikel Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Islam. Tampilkan semua postingan
Keutamaan Menutupi Aib Seorang Muslim
Ibnu Mukhtar
Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam untuk Rasulullah. Amma ba’du.
Saudaraku seislam yang saya cintai, sebagai manusia biasa, kita pasti memiliki aib, cela, kekurangan bahkan kesalahan. Maka kewajiban seorang muslim adalah menasihati dan memperbaiki keadaan saudaranya itu semampunya, bukan malah menyibukkan diri dalam menggunjing atau mengghibahnya, apalagi malah sibuk mencari-cari aibnya. Jika kita tidak mampu menasihati dan memperbaiki keadaannya maka menutupi aibnya termasuk amalan yang memiliki keutamaan tersendiri.
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ ».
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda : “Barangsiapa yang menutupi aib seorang muslim maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat kelak” [Hadits Riwayat Ibnu Majah rahimahullahu dalam sunannya no. 2641, Maktabah Syamilah. Hadits ini dinyatakan shahih oleh Syaikh Al Albani rahimahullahu dalam Shahih Ibni Majah no. 2534, Maktabah Syamilah]
Adapun mereka yang suka menggunjing/mengghibah dan mencari-cari aib, cela, kekurangan dan kesalahan saudaranya seislam maka perhatikanlah salah satu peringatan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallama berikut ini :
عَنْ أَبِى بَرْزَةَ الأَسْلَمِىِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « يَا مَعْشَرَ مَنْ آمَنَ بِلِسَانِهِ وَلَمْ يَدْخُلِ الإِيمَانُ قَلْبَهُ لاَ تَغْتَابُوا الْمُسْلِمِينَ وَلاَ تَتَّبِعُوا عَوْرَاتِهِمْ فَإِنَّهُ مَنِ اتَّبَعَ عَوْرَاتِهِمْ يَتَّبِعِ اللَّهُ عَوْرَتَهُ وَمَنْ يَتَّبِعِ اللَّهُ عَوْرَتَهُ يَفْضَحْهُ فِى بَيْتِهِ ».
Dari Abu Barzah al-Aslamiy radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda : “Wahai orang yang beriman dengan lisannya namun keimanannya belum masuk ke dalam hatinya, janganlah kalian menggunjing/mengghibah kaum muslimin dan janganlah kalian mencari-cari aib mereka. Karena siapa yang mencari-cari aib mereka niscaya Allah akan membuka aibnya. Dan siapa yang dibuka aibnya oleh Allah niscaya Dia akan membuka aibnya meski berada di dalam rumahnya” [Hadits riwayat Abu Dawud rahimahullahu dalam sunannya no. 4882, Maktabah Syamilah. Hadits ini dinilai hasan shahih oleh Syaikh Al Albani rahimahullahu dalam Shahih wa Dha’if Sunan Abi Dawud no. 4880, Shahih at Targhiib wat Tarhiib no. 2340, Maktabah Syamilah]
Wallahu a’lam.
Demikian dapat disampaikan.
Semoga Allah memudahkan kita untuk meraih apa-apa yang dicintai dan diridhai-Nya, dan melindungi kita dari apa-apa yang mendatangkan siksa dan murka-Nya, aamiin.
Wa shallallahu wa sallama ‘alaa Nabiyyinaa Muhammad
-sumber: Hadist Pilihanku-
Ibnu Mukhtar
Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam untuk Rasulullah. Amma ba’du.
Saudaraku seislam yang saya cintai, sebagai manusia biasa, kita pasti memiliki aib, cela, kekurangan bahkan kesalahan. Maka kewajiban seorang muslim adalah menasihati dan memperbaiki keadaan saudaranya itu semampunya, bukan malah menyibukkan diri dalam menggunjing atau mengghibahnya, apalagi malah sibuk mencari-cari aibnya. Jika kita tidak mampu menasihati dan memperbaiki keadaannya maka menutupi aibnya termasuk amalan yang memiliki keutamaan tersendiri.
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ ».
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda : “Barangsiapa yang menutupi aib seorang muslim maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat kelak” [Hadits Riwayat Ibnu Majah rahimahullahu dalam sunannya no. 2641, Maktabah Syamilah. Hadits ini dinyatakan shahih oleh Syaikh Al Albani rahimahullahu dalam Shahih Ibni Majah no. 2534, Maktabah Syamilah]
Adapun mereka yang suka menggunjing/mengghibah dan mencari-cari aib, cela, kekurangan dan kesalahan saudaranya seislam maka perhatikanlah salah satu peringatan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallama berikut ini :
عَنْ أَبِى بَرْزَةَ الأَسْلَمِىِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « يَا مَعْشَرَ مَنْ آمَنَ بِلِسَانِهِ وَلَمْ يَدْخُلِ الإِيمَانُ قَلْبَهُ لاَ تَغْتَابُوا الْمُسْلِمِينَ وَلاَ تَتَّبِعُوا عَوْرَاتِهِمْ فَإِنَّهُ مَنِ اتَّبَعَ عَوْرَاتِهِمْ يَتَّبِعِ اللَّهُ عَوْرَتَهُ وَمَنْ يَتَّبِعِ اللَّهُ عَوْرَتَهُ يَفْضَحْهُ فِى بَيْتِهِ ».
Dari Abu Barzah al-Aslamiy radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda : “Wahai orang yang beriman dengan lisannya namun keimanannya belum masuk ke dalam hatinya, janganlah kalian menggunjing/mengghibah kaum muslimin dan janganlah kalian mencari-cari aib mereka. Karena siapa yang mencari-cari aib mereka niscaya Allah akan membuka aibnya. Dan siapa yang dibuka aibnya oleh Allah niscaya Dia akan membuka aibnya meski berada di dalam rumahnya” [Hadits riwayat Abu Dawud rahimahullahu dalam sunannya no. 4882, Maktabah Syamilah. Hadits ini dinilai hasan shahih oleh Syaikh Al Albani rahimahullahu dalam Shahih wa Dha’if Sunan Abi Dawud no. 4880, Shahih at Targhiib wat Tarhiib no. 2340, Maktabah Syamilah]
Wallahu a’lam.
Demikian dapat disampaikan.
Semoga Allah memudahkan kita untuk meraih apa-apa yang dicintai dan diridhai-Nya, dan melindungi kita dari apa-apa yang mendatangkan siksa dan murka-Nya, aamiin.
Wa shallallahu wa sallama ‘alaa Nabiyyinaa Muhammad
-sumber: Hadist Pilihanku-
ABU DARDA' dan Parameter Ilmu
Diantara parameter kefaqihan/keilmuan seseorang:
"Bagaimana ia masuk... Bagaimana ia berjalan dan bersikap... Dengan siapa ia bergaul..."
(Ibanah 2/464)
Sebuah hikmah yang mengalir dari lisan Abu Darda' -radhiyallahu 'anhu-. Seorang pakar dan salah satu shahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam
Lihatlah ilmu seseorang dari cara ia masuk ke rumahnya, rumah orang lain, tempat publik dan majelis ilmu, sebagaimana lihatlah bagaimana ia masuk dalam sebuah pembicaraan, komunikasi, kasus dan permasalahan.
Lihatlah ilmu seseorang dari cara ia berjalan, bersikap dan penampilannya.
Dan lihatlah ilmu seseorang dari teman-teman dekat dan sahabatnya.
Tinggi rendahnya ilmu seseorang akan tercermin dari 3 hal diatas. Mari kita perbaiki hal hal tersebut.
Waffaqonallah.
Dinukil dari penjelasan Syeikh Shalih Al 'Ushaimi -hafizhahullah- (seorang ulama pengajar di masjid Nabawi).
:pencilMuhammad Nuzul Dzikri
Telegram
@muhammadnuzuldzikri
Repost by: Kaos Muslim
Diantara parameter kefaqihan/keilmuan seseorang:
"Bagaimana ia masuk... Bagaimana ia berjalan dan bersikap... Dengan siapa ia bergaul..."
(Ibanah 2/464)
Sebuah hikmah yang mengalir dari lisan Abu Darda' -radhiyallahu 'anhu-. Seorang pakar dan salah satu shahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam
Lihatlah ilmu seseorang dari cara ia masuk ke rumahnya, rumah orang lain, tempat publik dan majelis ilmu, sebagaimana lihatlah bagaimana ia masuk dalam sebuah pembicaraan, komunikasi, kasus dan permasalahan.
Lihatlah ilmu seseorang dari cara ia berjalan, bersikap dan penampilannya.
Dan lihatlah ilmu seseorang dari teman-teman dekat dan sahabatnya.
Tinggi rendahnya ilmu seseorang akan tercermin dari 3 hal diatas. Mari kita perbaiki hal hal tersebut.
Waffaqonallah.
Dinukil dari penjelasan Syeikh Shalih Al 'Ushaimi -hafizhahullah- (seorang ulama pengajar di masjid Nabawi).
:pencilMuhammad Nuzul Dzikri
Telegram
@muhammadnuzuldzikri
Repost by: Kaos Muslim
Tiada yang bisa menghiburku, melebihi ayat-ayat ini
======
وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ
"Bisa jadi kalian membenci sesuatu, padahal itu *lebih baik* bagi kalian". [Al-Baqarah: 216]
فَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا
"... Bisa jadi kalian membenci sesuatu, padahal Allah jadikan *banyak kebaikan* padanya. [An-Nisa': 19]
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا * إنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
"... Pada setiap kesulitan, pasti ada kemudahan ** Pada setiap kesulitan, pasti ada kemudahan". [Al-Sharh 5-6]
Sungguh keyakinan kita pada ayat-ayat di atas, akan sangat menghibur kita. Karena apapun yang menimpa, kita akan memandang, itulah yang lebih baik bagi kita. Dan apapun kesulitan yang menghadang, kita yakin akan ada kemudahan-kemudahan yang dijanjikan Allah daripadanya, wallohu a'lam.
10 Agustus 2016 M
sumber [ https://facebook.com/addariny.abuabdillah ]
Al-Ustâdz Musyaffa Ad-Dariny
https://muslim.or.id/author/musyaffa
https://muslimah.or.id/author/musyaffa-ad-dariny-lc-ma
======
وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ
"Bisa jadi kalian membenci sesuatu, padahal itu *lebih baik* bagi kalian". [Al-Baqarah: 216]
فَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا
"... Bisa jadi kalian membenci sesuatu, padahal Allah jadikan *banyak kebaikan* padanya. [An-Nisa': 19]
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا * إنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
"... Pada setiap kesulitan, pasti ada kemudahan ** Pada setiap kesulitan, pasti ada kemudahan". [Al-Sharh 5-6]
Sungguh keyakinan kita pada ayat-ayat di atas, akan sangat menghibur kita. Karena apapun yang menimpa, kita akan memandang, itulah yang lebih baik bagi kita. Dan apapun kesulitan yang menghadang, kita yakin akan ada kemudahan-kemudahan yang dijanjikan Allah daripadanya, wallohu a'lam.
10 Agustus 2016 M
sumber [ https://facebook.com/addariny.abuabdillah ]
Al-Ustâdz Musyaffa Ad-Dariny
https://muslim.or.id/author/musyaffa
https://muslimah.or.id/author/musyaffa-ad-dariny-lc-ma
Waktunya Berpuasa
Diantara ibadah yang direkomendasi oleh mayoritas ulama kita (madzhab hanafiyyah, malikiyyah, syafi'iyyah dan sebagian ulama hanabilah) adalah berpuasa sunnah.
Diantara dalilnya, sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam:
Perbanyaklah berpuasa di bulan-bulan haram (Dzul Qa'dah, Dzul Hijjah, Al Muharram, dan Rajab) dan berbukalah di sebagian hari-harinya.
(HR. Ahmad, Syu'aib Al Arnauth menyatakan hasan lighairihi)
Maka jangan menunda,
niatkan berpuasa di bulan haram, lakukan dan nikmati keutamaannya dalam kehidupan anda.
Catatan:
Banyak ulama menasehati agar kita tidak berpuasa sebulan penuh sebagaimana hadits diatas dan 'Aisyah menyatakan Nabi tidak pernah berpuasa sebulan penuh kecuali di bulan Ramadhan.
(HR. Muslim)
:pencilMuhammad Nuzul Dzikri
sumber: Telegram
@muhammadnuzuldzikri
Diantara ibadah yang direkomendasi oleh mayoritas ulama kita (madzhab hanafiyyah, malikiyyah, syafi'iyyah dan sebagian ulama hanabilah) adalah berpuasa sunnah.
Diantara dalilnya, sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam:
Perbanyaklah berpuasa di bulan-bulan haram (Dzul Qa'dah, Dzul Hijjah, Al Muharram, dan Rajab) dan berbukalah di sebagian hari-harinya.
(HR. Ahmad, Syu'aib Al Arnauth menyatakan hasan lighairihi)
Maka jangan menunda,
niatkan berpuasa di bulan haram, lakukan dan nikmati keutamaannya dalam kehidupan anda.
Catatan:
Banyak ulama menasehati agar kita tidak berpuasa sebulan penuh sebagaimana hadits diatas dan 'Aisyah menyatakan Nabi tidak pernah berpuasa sebulan penuh kecuali di bulan Ramadhan.
(HR. Muslim)
:pencilMuhammad Nuzul Dzikri
sumber: Telegram
@muhammadnuzuldzikri
Sebab Terjerumus dalam Kesesatan
Di antara sebab tersebut adalah sebagai berikut:
1 - Menentang perintah Allah dengan akal atau hawa nafsunya, tidak mau menerima dan tunduk pada aturan-Nya.
2 - Kebodohan dan mulai muncul ulama-ulama yang mengajak pada kesesatan (ulama suu’)
3 - Terjatuh dalam khilaf (perselisihan) yang tercela
Perselisihan yang tercela jika:
(1) terjadi dalam masalah yang telah ada dalil tegas atau telah terdapat ijma’ (kesepakatan),
(2) terjadi dalam perselihian zhonni (yang belum ada dalil tegas) namun sampai mengantarkan pada perpecahan,
(3) terjadi karena sekedar mengikuti hawa nafsu, tanpa mau berpegang pada dalil.
4 - Ta’ashub (fanatik buta)
5 - Masuk dalam area fitnah (kesesatan)
6 - Tertipu dengan diri sendiri
7 - Bersahabat dengan teman yang jelek
8 - Sebab utama: berpaling dari kitabullah (Al Quran) dan sibuk dengan hal-hal yang sia-sia.
[Faedah dari Syaikh Yusuf Asy-Syubailiy dalam Durus Ilmiyyah dengan tema “Metode dalam Mengkounter Syubhat” di Jaami’ Utsman bin Affan Hayy Al Wadiy, Riyadh KSA, 18/11/1433 H]
Syaikh Yusuf Asy Syubailiy, ulama yang kami nilai adalah ulama yang pintar dalam menyampaikan penjelasan dan membuat yang mendengar mudah paham. Beliau adalah professor dalam bidang fikih antar madhzab di Ma’had ‘Ali lil Qodho Riyadh KSA. Akun twitternya: https://twitter.com/yalshubaily
Ya Allah, tunjukilah kami ke jalan yang lurus dan jauhkanlah kami dari kesesatan.
Al-Ustâdz Abu Rumaysho, Muhammad Abduh Tuasikal bin Usman Tuasikal
[Sumber]
Di antara sebab tersebut adalah sebagai berikut:
1 - Menentang perintah Allah dengan akal atau hawa nafsunya, tidak mau menerima dan tunduk pada aturan-Nya.
2 - Kebodohan dan mulai muncul ulama-ulama yang mengajak pada kesesatan (ulama suu’)
3 - Terjatuh dalam khilaf (perselisihan) yang tercela
Perselisihan yang tercela jika:
(1) terjadi dalam masalah yang telah ada dalil tegas atau telah terdapat ijma’ (kesepakatan),
(2) terjadi dalam perselihian zhonni (yang belum ada dalil tegas) namun sampai mengantarkan pada perpecahan,
(3) terjadi karena sekedar mengikuti hawa nafsu, tanpa mau berpegang pada dalil.
4 - Ta’ashub (fanatik buta)
5 - Masuk dalam area fitnah (kesesatan)
6 - Tertipu dengan diri sendiri
7 - Bersahabat dengan teman yang jelek
8 - Sebab utama: berpaling dari kitabullah (Al Quran) dan sibuk dengan hal-hal yang sia-sia.
[Faedah dari Syaikh Yusuf Asy-Syubailiy dalam Durus Ilmiyyah dengan tema “Metode dalam Mengkounter Syubhat” di Jaami’ Utsman bin Affan Hayy Al Wadiy, Riyadh KSA, 18/11/1433 H]
Syaikh Yusuf Asy Syubailiy, ulama yang kami nilai adalah ulama yang pintar dalam menyampaikan penjelasan dan membuat yang mendengar mudah paham. Beliau adalah professor dalam bidang fikih antar madhzab di Ma’had ‘Ali lil Qodho Riyadh KSA. Akun twitternya: https://twitter.com/yalshubaily
Ya Allah, tunjukilah kami ke jalan yang lurus dan jauhkanlah kami dari kesesatan.
Al-Ustâdz Abu Rumaysho, Muhammad Abduh Tuasikal bin Usman Tuasikal
[Sumber]
Keutamaan Rasa Harap dan Takut Kepada Allah Ta'aala
Ibnu Mukhtar
Segala puji hanyalah milik Allah. Shalawat dan salam untuk Rasulullah. Amma ba'du!
Saudaraku seislam yang saya cintai, semoga Allah memberikan kepada kita kefahaman dan manfaat dari salah satu hadits Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam- berikut :
عَنْ أَنَسٍ–رضي الله عنه-
Dari Anas bin Malik -radhiyallahu ‘anhu-,
أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- دَخَلَ عَلَى شَابٍّ وَ هُوَ فِى الْمَوْتِ
bahwasanya Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- menemui seorang pemuda yang sedang menghadapi kematiannya,
فَقَالَ
beliau bertanya :
« كَيْفَ تَجِدُكَ »
“Apa yang kamu rasakan saat ini?”
قَالَ
Pemuda itu mengatakan :
وَاللهِ يَا رَسُولَ اللهِ إِنِّى أَرْجُو اللهَ وَإِنِّى أَخَافُ ذُنُوبِى
“Demi Allah, ya Rasulullah, sungguh aku benar-benar mengharapkan rahmat Allah dan takut akan dosa-dosaku.”
فَقَالَ رَسُولُ اللهِ -صلى الله عليه وسلم-
Mendengar pernyataan pemuda itu, Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:
« لاَ يَجْتَمِعَانِ فِى قَلْبِ عَبْدٍ فِى مِثْلِ هَذَا الْمَوْطِنِ إِلاَّ أَعْطَاهُ اللهُ مَا يَرْجُو وَآمَنَهُ مِمَّا يَخَافُ »
“Tidaklah berkumpul dua perkara tersebut (yakni rasa harap terhadap rahmat Allah dan takut terhadap dosa-dosa yang telah diperbuat) dalam hati seorang hamba di saat seperti ini melainkan Allah akan memberikan apa yang diharapkannya dan mengamankan dari apa yang ditakutinya itu.”
[HR. Tirmidzi -rahimahullah- dalam sunannya 4/187 no. 999. Hadits ini dinilai hasan oleh Syaikh Al Albani -rahimahullahu- dalam Shahih wa Dha’if Sunan Tirmidzi no. 983, Maktabah Syamilah]
Demikian dapat disampaikan.
Wa shallallahu wa sallama 'alaa Nabiyyinaa Muhammad
Sumber: haditspilihanku
Ibnu Mukhtar
Segala puji hanyalah milik Allah. Shalawat dan salam untuk Rasulullah. Amma ba'du!
Saudaraku seislam yang saya cintai, semoga Allah memberikan kepada kita kefahaman dan manfaat dari salah satu hadits Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam- berikut :
عَنْ أَنَسٍ–رضي الله عنه-
Dari Anas bin Malik -radhiyallahu ‘anhu-,
أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- دَخَلَ عَلَى شَابٍّ وَ هُوَ فِى الْمَوْتِ
bahwasanya Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- menemui seorang pemuda yang sedang menghadapi kematiannya,
فَقَالَ
beliau bertanya :
« كَيْفَ تَجِدُكَ »
“Apa yang kamu rasakan saat ini?”
قَالَ
Pemuda itu mengatakan :
وَاللهِ يَا رَسُولَ اللهِ إِنِّى أَرْجُو اللهَ وَإِنِّى أَخَافُ ذُنُوبِى
“Demi Allah, ya Rasulullah, sungguh aku benar-benar mengharapkan rahmat Allah dan takut akan dosa-dosaku.”
فَقَالَ رَسُولُ اللهِ -صلى الله عليه وسلم-
Mendengar pernyataan pemuda itu, Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:
« لاَ يَجْتَمِعَانِ فِى قَلْبِ عَبْدٍ فِى مِثْلِ هَذَا الْمَوْطِنِ إِلاَّ أَعْطَاهُ اللهُ مَا يَرْجُو وَآمَنَهُ مِمَّا يَخَافُ »
“Tidaklah berkumpul dua perkara tersebut (yakni rasa harap terhadap rahmat Allah dan takut terhadap dosa-dosa yang telah diperbuat) dalam hati seorang hamba di saat seperti ini melainkan Allah akan memberikan apa yang diharapkannya dan mengamankan dari apa yang ditakutinya itu.”
[HR. Tirmidzi -rahimahullah- dalam sunannya 4/187 no. 999. Hadits ini dinilai hasan oleh Syaikh Al Albani -rahimahullahu- dalam Shahih wa Dha’if Sunan Tirmidzi no. 983, Maktabah Syamilah]
Demikian dapat disampaikan.
Wa shallallahu wa sallama 'alaa Nabiyyinaa Muhammad
Sumber: haditspilihanku
Jangan Mengharapkan Kematian
![]() |
Segala puji hanyalah milik Allah. Shalawat dan salam untuk Rasulullah. Amma ba'du!
Saudaraku seislam yang saya cintai, semoga Allah memberikan kepada kita kefahaman dan manfaat dari salah satu hadits Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam- berikut :
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ - رضى الله عنه - قَالَ النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - « لاَ يَتَمَنَّيَنَّ أَحَدُكُمُ الْمَوْتَ مِنْ ضُرٍّ أَصَابَهُ ، فَإِنْ كَانَ لاَ بُدَّ فَاعِلاً فَلْيَقُلِ اللهم أَحْيِنِى مَا كَانَتِ الْحَيَاةُ خَيْرًا لِى، وَتَوَفَّنِى إِذَا كَانَتِ الْوَفَاةُ خَيْرًا لِى » .
Dari Anas bin Malik -radhiyallahu ‘anhu-, Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- telah bersabda : “Janganlah salah seorang di antara kalian mengharap-harap kematian dikarenakan musibah yang dideritanya. Apabila ia melakukannya juga maka katakanlah:
اللهم أَحْيِنِى مَا كَانَتِ الْحَيَاةُ خَيْرًا لِى، وَتَوَفَّنِى إِذَا كَانَتِ الْوَفَاةُ خَيْرًا لِى » .
Allaahumma ahyinii maa kaanatil-hayaatu khairan lii wa tawaffanii idzaa kaanatil-wafaatu khairan lii
“Ya Allah hidupkanlah aku selama hidup itu sebagai kebaikan bagiku dan wafatkanlah aku jika kematian itu sebagai kebaikan bagiku.” [HSR. Al Bukhari -rahimahullahu- no. 5671, Maktabah Syamilah]
Demikian dapat disampaikan.
Wa shallallahu wa sallama 'alaa Nabiyyinaa Muhammad
___ :leaves::four_leaf_clover::leaves: ___
:books: Kumpulan Hadits-hadits Pilihan Ibnu Mukhtar dalam Telegram : @haditspilihanku
![]() |
Segala puji hanyalah milik Allah. Shalawat dan salam untuk Rasulullah. Amma ba'du!
Saudaraku seislam yang saya cintai, semoga Allah memberikan kepada kita kefahaman dan manfaat dari salah satu hadits Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam- berikut :
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ - رضى الله عنه - قَالَ النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - « لاَ يَتَمَنَّيَنَّ أَحَدُكُمُ الْمَوْتَ مِنْ ضُرٍّ أَصَابَهُ ، فَإِنْ كَانَ لاَ بُدَّ فَاعِلاً فَلْيَقُلِ اللهم أَحْيِنِى مَا كَانَتِ الْحَيَاةُ خَيْرًا لِى، وَتَوَفَّنِى إِذَا كَانَتِ الْوَفَاةُ خَيْرًا لِى » .
Dari Anas bin Malik -radhiyallahu ‘anhu-, Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- telah bersabda : “Janganlah salah seorang di antara kalian mengharap-harap kematian dikarenakan musibah yang dideritanya. Apabila ia melakukannya juga maka katakanlah:
اللهم أَحْيِنِى مَا كَانَتِ الْحَيَاةُ خَيْرًا لِى، وَتَوَفَّنِى إِذَا كَانَتِ الْوَفَاةُ خَيْرًا لِى » .
Allaahumma ahyinii maa kaanatil-hayaatu khairan lii wa tawaffanii idzaa kaanatil-wafaatu khairan lii
“Ya Allah hidupkanlah aku selama hidup itu sebagai kebaikan bagiku dan wafatkanlah aku jika kematian itu sebagai kebaikan bagiku.” [HSR. Al Bukhari -rahimahullahu- no. 5671, Maktabah Syamilah]
Demikian dapat disampaikan.
Wa shallallahu wa sallama 'alaa Nabiyyinaa Muhammad
___ :leaves::four_leaf_clover::leaves: ___
:books: Kumpulan Hadits-hadits Pilihan Ibnu Mukhtar dalam Telegram : @haditspilihanku
Jadilah Kalian sebagai Muslim yang Sejati
![]() |
ALLAH Subhaanahu wa ta'ala berfirman:
(Artinya)
(Artinya)
"Katakanlah: Jika kamu sembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu nyatakan, ALLAH pasti mengetahuinya"
(Ali Imran: 29)
Dalam ayat yang mulia ini, ALLAH yang Mahasuci lagi Mahatinggi memberitahukan hamba-hamba-Nya bahwa Dia mengetahui segala yang tersembunyi dan yang tampak, sehingga tidak ada sesuatupun yang tersembunyi dariNya, bahkan ilmuNya meliputi mereka dalam setiap keadaan, waktu dan kesempatan.
Sungguh.. Dia mengetahui apa-apa yang ada di langit dan bumi, termasuk apa saja yang ada di antara keduanya. Tidak ada hal sekecil apa pun di belahan bumi ini baik di lautan, di daratan, maupun di pegunungan yang luput dari pengawasan-Nya.
Yang demikian itu merupakan peringatan dari ALLAH terhadap manusia, yakni supaya mereka takut dan tidak melanggar apa yang dilarang dan dimurkai-Nya.
Sebab Dia maha mengetahui setiap urusan mereka, di samping Dia juga Mahakuasa untuk membalas dan menimpakan siksaan kepada mereka.
Andaipun Dia menunda siksaan atas mereka, sesungguhnya Dia hanya menangguhkannya saja dan tidak melalaikannya. Dan Dia pasti akan menimpakannya, hingga manusia merasakan siksaan dari Rabb Yang Mahaperkasa lagi Mahaluas.
Jika seorang hamba memperhatikan semua peringatan tersebut dan segera mengerjakan amal shalih, maka ia benar-benar telah menjadi muslim yang sejati, yang tulus ikhlas dalam beramal lagi dalam kebenaran.
(Bahjatun Nadzhirin: 30)
Dishare Oleh: Al-Ustâdz Ahmad Ferry Nasution,
23 Syawal 1435H / 19 Agustus 2014
(Ali Imran: 29)
Dalam ayat yang mulia ini, ALLAH yang Mahasuci lagi Mahatinggi memberitahukan hamba-hamba-Nya bahwa Dia mengetahui segala yang tersembunyi dan yang tampak, sehingga tidak ada sesuatupun yang tersembunyi dariNya, bahkan ilmuNya meliputi mereka dalam setiap keadaan, waktu dan kesempatan.
Sungguh.. Dia mengetahui apa-apa yang ada di langit dan bumi, termasuk apa saja yang ada di antara keduanya. Tidak ada hal sekecil apa pun di belahan bumi ini baik di lautan, di daratan, maupun di pegunungan yang luput dari pengawasan-Nya.
Yang demikian itu merupakan peringatan dari ALLAH terhadap manusia, yakni supaya mereka takut dan tidak melanggar apa yang dilarang dan dimurkai-Nya.
Sebab Dia maha mengetahui setiap urusan mereka, di samping Dia juga Mahakuasa untuk membalas dan menimpakan siksaan kepada mereka.
Andaipun Dia menunda siksaan atas mereka, sesungguhnya Dia hanya menangguhkannya saja dan tidak melalaikannya. Dan Dia pasti akan menimpakannya, hingga manusia merasakan siksaan dari Rabb Yang Mahaperkasa lagi Mahaluas.
Jika seorang hamba memperhatikan semua peringatan tersebut dan segera mengerjakan amal shalih, maka ia benar-benar telah menjadi muslim yang sejati, yang tulus ikhlas dalam beramal lagi dalam kebenaran.
(Bahjatun Nadzhirin: 30)
Dishare Oleh: Al-Ustâdz Ahmad Ferry Nasution,
23 Syawal 1435H / 19 Agustus 2014
![]() |
ALLAH Subhaanahu wa ta'ala berfirman:
(Artinya)
(Artinya)
"Katakanlah: Jika kamu sembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu nyatakan, ALLAH pasti mengetahuinya"
(Ali Imran: 29)
Dalam ayat yang mulia ini, ALLAH yang Mahasuci lagi Mahatinggi memberitahukan hamba-hamba-Nya bahwa Dia mengetahui segala yang tersembunyi dan yang tampak, sehingga tidak ada sesuatupun yang tersembunyi dariNya, bahkan ilmuNya meliputi mereka dalam setiap keadaan, waktu dan kesempatan.
Sungguh.. Dia mengetahui apa-apa yang ada di langit dan bumi, termasuk apa saja yang ada di antara keduanya. Tidak ada hal sekecil apa pun di belahan bumi ini baik di lautan, di daratan, maupun di pegunungan yang luput dari pengawasan-Nya.
Yang demikian itu merupakan peringatan dari ALLAH terhadap manusia, yakni supaya mereka takut dan tidak melanggar apa yang dilarang dan dimurkai-Nya.
Sebab Dia maha mengetahui setiap urusan mereka, di samping Dia juga Mahakuasa untuk membalas dan menimpakan siksaan kepada mereka.
Andaipun Dia menunda siksaan atas mereka, sesungguhnya Dia hanya menangguhkannya saja dan tidak melalaikannya. Dan Dia pasti akan menimpakannya, hingga manusia merasakan siksaan dari Rabb Yang Mahaperkasa lagi Mahaluas.
Jika seorang hamba memperhatikan semua peringatan tersebut dan segera mengerjakan amal shalih, maka ia benar-benar telah menjadi muslim yang sejati, yang tulus ikhlas dalam beramal lagi dalam kebenaran.
(Bahjatun Nadzhirin: 30)
Dishare Oleh: Al-Ustâdz Ahmad Ferry Nasution,
23 Syawal 1435H / 19 Agustus 2014
(Ali Imran: 29)
Dalam ayat yang mulia ini, ALLAH yang Mahasuci lagi Mahatinggi memberitahukan hamba-hamba-Nya bahwa Dia mengetahui segala yang tersembunyi dan yang tampak, sehingga tidak ada sesuatupun yang tersembunyi dariNya, bahkan ilmuNya meliputi mereka dalam setiap keadaan, waktu dan kesempatan.
Sungguh.. Dia mengetahui apa-apa yang ada di langit dan bumi, termasuk apa saja yang ada di antara keduanya. Tidak ada hal sekecil apa pun di belahan bumi ini baik di lautan, di daratan, maupun di pegunungan yang luput dari pengawasan-Nya.
Yang demikian itu merupakan peringatan dari ALLAH terhadap manusia, yakni supaya mereka takut dan tidak melanggar apa yang dilarang dan dimurkai-Nya.
Sebab Dia maha mengetahui setiap urusan mereka, di samping Dia juga Mahakuasa untuk membalas dan menimpakan siksaan kepada mereka.
Andaipun Dia menunda siksaan atas mereka, sesungguhnya Dia hanya menangguhkannya saja dan tidak melalaikannya. Dan Dia pasti akan menimpakannya, hingga manusia merasakan siksaan dari Rabb Yang Mahaperkasa lagi Mahaluas.
Jika seorang hamba memperhatikan semua peringatan tersebut dan segera mengerjakan amal shalih, maka ia benar-benar telah menjadi muslim yang sejati, yang tulus ikhlas dalam beramal lagi dalam kebenaran.
(Bahjatun Nadzhirin: 30)
Dishare Oleh: Al-Ustâdz Ahmad Ferry Nasution,
23 Syawal 1435H / 19 Agustus 2014
Dua Raka'at Dhuha Mencukupi Untuk Bersedekah Sebanyak Persendian Tubuh
![]() |
Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam untuk Rasulullah. Amma ba'du.
Saudaraku seislam yang saya muliakan,
عَنْ أَبِى ذَرٍّ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- أَنَّهُ قَالَ « يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى ».
Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallama bahwasanya beliau telah bersabda : “Setiap persendian salah seorang di antara kamu harus dikeluarkan sedekahnya pada waktu pagi. Maka setiap ucapan tasbih (Subhaanallahi) adalah sedekah. Setiap ucapan tahmid (Alhamdulillah) adalah sedekah. Setiap ucapan tahlil (Laa ilaaha illallahu) adalah sedekah. Setiap ucapan takbir (Allahu Akbar) adalah sedekah. Memerintahkan yang ma’ruf adalah sedekah. Melarang yang munkar adalah sedekah. Dan dua raka’at dhuha yang dilakukan itu mencukupi untuk bersedekah sebanyak persendian tubuh." [HSR. Muslim rahimahullahu dalam shahihnya no. 1704, Maktabah Syamilah]
Wallahu a'lam
Demikian dapat disampaikan
Wa shallallahu wa sallama 'alaa Nabiyyinaa Muhammad
Kamis pagi di Cibaruis, 16 Syawwal 1437 H / 21 Juli 2016 M
:booCatatan Ibnu Mukhtar
![]() |
Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam untuk Rasulullah. Amma ba'du.
Saudaraku seislam yang saya muliakan,
عَنْ أَبِى ذَرٍّ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- أَنَّهُ قَالَ « يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى ».
Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallama bahwasanya beliau telah bersabda : “Setiap persendian salah seorang di antara kamu harus dikeluarkan sedekahnya pada waktu pagi. Maka setiap ucapan tasbih (Subhaanallahi) adalah sedekah. Setiap ucapan tahmid (Alhamdulillah) adalah sedekah. Setiap ucapan tahlil (Laa ilaaha illallahu) adalah sedekah. Setiap ucapan takbir (Allahu Akbar) adalah sedekah. Memerintahkan yang ma’ruf adalah sedekah. Melarang yang munkar adalah sedekah. Dan dua raka’at dhuha yang dilakukan itu mencukupi untuk bersedekah sebanyak persendian tubuh." [HSR. Muslim rahimahullahu dalam shahihnya no. 1704, Maktabah Syamilah]
Wallahu a'lam
Demikian dapat disampaikan
Wa shallallahu wa sallama 'alaa Nabiyyinaa Muhammad
Kamis pagi di Cibaruis, 16 Syawwal 1437 H / 21 Juli 2016 M
:booCatatan Ibnu Mukhtar
Cinta Membuat Ia Bertahan
![]() |
Muhammad bin Isma'il, seorang ulama yang sangat terkenal dengan nama Imam Bukhari. Tidak terhitung fitnah dan cela yang beliau rasa layaknya setiap tokoh yang pasti memiliki lawan.
Namun.. yang membuat sosok ini berbeda adalah beliau tidak membalas atau setidaknya mengangkat tangan lalu berdoa agar ALLAH membalas mereka.
Hal ini menggugah rasa penasaran banyak orang dan pada akhirnya terlemparlah sebuah pertanyaan: "Mengapa engkau tidak pernah mendoakan keburukan terhadap orang-orang yang telah menzhalimi, menyakiti dan memfitnah dirimu?"
Beliau menjawab: Karena Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam- bersabda: "Bersabarlah sehingga kalian dapat berjumpa denganku di telaga (pada hari kiamat)." (HR. Bukhari)
Ternyata.. cinta dan rindu untuk bertemu dengan sang Nabi yang membuat beliau bertahan dan bersabar.
Saudaraku..
Sudahkah kerinduan untuk bertemu dengan Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam- membuat anda bertahan dan bersabar di tengah badai kehidupan?
Referensi: Siyar A'lamin Nubalaa' 12/461 dengan perubahan.
Muhammad Nuzul Dzikri
Telegram
@muhammadnuzuldzikri
Namun.. yang membuat sosok ini berbeda adalah beliau tidak membalas atau setidaknya mengangkat tangan lalu berdoa agar ALLAH membalas mereka.
Hal ini menggugah rasa penasaran banyak orang dan pada akhirnya terlemparlah sebuah pertanyaan: "Mengapa engkau tidak pernah mendoakan keburukan terhadap orang-orang yang telah menzhalimi, menyakiti dan memfitnah dirimu?"
Beliau menjawab: Karena Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam- bersabda: "Bersabarlah sehingga kalian dapat berjumpa denganku di telaga (pada hari kiamat)." (HR. Bukhari)
Ternyata.. cinta dan rindu untuk bertemu dengan sang Nabi yang membuat beliau bertahan dan bersabar.
Saudaraku..
Sudahkah kerinduan untuk bertemu dengan Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam- membuat anda bertahan dan bersabar di tengah badai kehidupan?
Referensi: Siyar A'lamin Nubalaa' 12/461 dengan perubahan.
Muhammad Nuzul Dzikri
Telegram
@muhammadnuzuldzikri
![]() |
Muhammad bin Isma'il, seorang ulama yang sangat terkenal dengan nama Imam Bukhari. Tidak terhitung fitnah dan cela yang beliau rasa layaknya setiap tokoh yang pasti memiliki lawan.
Namun.. yang membuat sosok ini berbeda adalah beliau tidak membalas atau setidaknya mengangkat tangan lalu berdoa agar ALLAH membalas mereka.
Hal ini menggugah rasa penasaran banyak orang dan pada akhirnya terlemparlah sebuah pertanyaan: "Mengapa engkau tidak pernah mendoakan keburukan terhadap orang-orang yang telah menzhalimi, menyakiti dan memfitnah dirimu?"
Beliau menjawab: Karena Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam- bersabda: "Bersabarlah sehingga kalian dapat berjumpa denganku di telaga (pada hari kiamat)." (HR. Bukhari)
Ternyata.. cinta dan rindu untuk bertemu dengan sang Nabi yang membuat beliau bertahan dan bersabar.
Saudaraku..
Sudahkah kerinduan untuk bertemu dengan Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam- membuat anda bertahan dan bersabar di tengah badai kehidupan?
Referensi: Siyar A'lamin Nubalaa' 12/461 dengan perubahan.
Muhammad Nuzul Dzikri
Telegram
@muhammadnuzuldzikri
Namun.. yang membuat sosok ini berbeda adalah beliau tidak membalas atau setidaknya mengangkat tangan lalu berdoa agar ALLAH membalas mereka.
Hal ini menggugah rasa penasaran banyak orang dan pada akhirnya terlemparlah sebuah pertanyaan: "Mengapa engkau tidak pernah mendoakan keburukan terhadap orang-orang yang telah menzhalimi, menyakiti dan memfitnah dirimu?"
Beliau menjawab: Karena Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam- bersabda: "Bersabarlah sehingga kalian dapat berjumpa denganku di telaga (pada hari kiamat)." (HR. Bukhari)
Ternyata.. cinta dan rindu untuk bertemu dengan sang Nabi yang membuat beliau bertahan dan bersabar.
Saudaraku..
Sudahkah kerinduan untuk bertemu dengan Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam- membuat anda bertahan dan bersabar di tengah badai kehidupan?
Referensi: Siyar A'lamin Nubalaa' 12/461 dengan perubahan.
Muhammad Nuzul Dzikri
Telegram
@muhammadnuzuldzikri
Ternyata Kita Masih Bodoh
![]() |
"Tidak ada seorang ulama-pun melainkan apa yang dia tidak ketahui lebih
banyak dari apa yang dia ketahui."
Kalimat Imam Adz Dzahabi (Taarikhul Islam 38) diatas mengingatkan kita pada firman ALLAH ta'ala:
وَمَآ أُوتِيتُم مِّنَ ٱلْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا
"Tidaklah kamu diberi pengetahuan (ilmu) melainkan sedikit saja."
(Al Israa' 17:85)
Teruslah mendengar dan belajar...!
Mintalah nasehat!
Terimalah kritik yang membangun!
Rendahkanlah hati!
Jangan pernah merasa pintar!
Karena sehebat apapun ilmu kita ternyata... kita tetap saja masih bodoh.
Muhammad Nuzul Dzikri
Telegram
@muhammadnuzuldzikri
![]() |
"Tidak ada seorang ulama-pun melainkan apa yang dia tidak ketahui lebih
banyak dari apa yang dia ketahui."
Kalimat Imam Adz Dzahabi (Taarikhul Islam 38) diatas mengingatkan kita pada firman ALLAH ta'ala:
وَمَآ أُوتِيتُم مِّنَ ٱلْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا
"Tidaklah kamu diberi pengetahuan (ilmu) melainkan sedikit saja."
(Al Israa' 17:85)
Teruslah mendengar dan belajar...!
Mintalah nasehat!
Terimalah kritik yang membangun!
Rendahkanlah hati!
Jangan pernah merasa pintar!
Karena sehebat apapun ilmu kita ternyata... kita tetap saja masih bodoh.
Muhammad Nuzul Dzikri
Telegram
@muhammadnuzuldzikri
Semua Manusia Banyak Melakukan Dosa
![]() |
Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam untuk Rasulullah. Amma ba’du!
Saudaraku seislam yang saya cintai, semoga Allah memberikan kepada kita kefahaman dan manfaat dari hadits Rasulullah ~shallallahu ‘alaihi wa sallama~ berikut :
عَنْ أَنَسٍ –رضي الله عنه– أَنَّ النَّبِىَّ –صلى الله عليه وسلم– قَالَ « كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ »
Dari Anas bin Malik ~radhiyallahu ‘anhu~, ia mengatakan : Rasulullah ~shallallahu ‘alaihi wa sallama~ telah bersabda : “Semua anak Adam (manusia) adalah banyak melakukan dosa. Dan sebaik-baik orang yang melakukan banyak dosa adalah orang yang banyak bertaubat kepada Allah.” [HR. at-Tirmidzi ~rahimahullahu~ dalam sunannya no. 2687, Maktabah Syamilah. Dihasankan oleh Syaikh Al Albani ~rahimahullahu~ dalam Shahih at-Targhib wat Tarhib no. 3139, Maktabah Syamilah]
Saudaraku seislam yang saya muliakan, jika kita perhatikan dan renungi hadits yang mulia ini niscaya kita akan mendapatkan berbagai pelajaran yang berharga untuk kehidupan kita. Di antaranya :
1. Hadits yang mulia ini menunjukkan bahwa setiap manusia memiliki potensi untuk melakukan dosa dan kesalahan kecuali para Nabi dan orang-orang yang mendapatkan penjagaan Allah Ta’aala
2. Hadits yang mulia ini menunjukkan amalan terbaik bagi mereka yang terjatuh atau terperosok dalam dosa dan kesalahan adalah dengan senantiasa bertaubat kepada Allah dan bukan malah menikmati atau berbangga dengan dosa dan kesalahannya itu
3. Hadits yang mulia ini menunjukkan keutamaan orang-orang yang banyak bertaubat kepada Allah Ta’aala
4. Hadits yang mulia ini bukan menjadi dalil bolehnya melakukan dosa dan kesalahan secara sengaja
Wallahu a’lam
Wa shallallahu wa sallama ‘alaa Nabiyyinaa Muhammad
sumber: HaditsPilihanku
![]() |
Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam untuk Rasulullah. Amma ba’du!
Saudaraku seislam yang saya cintai, semoga Allah memberikan kepada kita kefahaman dan manfaat dari hadits Rasulullah ~shallallahu ‘alaihi wa sallama~ berikut :
عَنْ أَنَسٍ –رضي الله عنه– أَنَّ النَّبِىَّ –صلى الله عليه وسلم– قَالَ « كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ »
Dari Anas bin Malik ~radhiyallahu ‘anhu~, ia mengatakan : Rasulullah ~shallallahu ‘alaihi wa sallama~ telah bersabda : “Semua anak Adam (manusia) adalah banyak melakukan dosa. Dan sebaik-baik orang yang melakukan banyak dosa adalah orang yang banyak bertaubat kepada Allah.” [HR. at-Tirmidzi ~rahimahullahu~ dalam sunannya no. 2687, Maktabah Syamilah. Dihasankan oleh Syaikh Al Albani ~rahimahullahu~ dalam Shahih at-Targhib wat Tarhib no. 3139, Maktabah Syamilah]
Saudaraku seislam yang saya muliakan, jika kita perhatikan dan renungi hadits yang mulia ini niscaya kita akan mendapatkan berbagai pelajaran yang berharga untuk kehidupan kita. Di antaranya :
1. Hadits yang mulia ini menunjukkan bahwa setiap manusia memiliki potensi untuk melakukan dosa dan kesalahan kecuali para Nabi dan orang-orang yang mendapatkan penjagaan Allah Ta’aala
2. Hadits yang mulia ini menunjukkan amalan terbaik bagi mereka yang terjatuh atau terperosok dalam dosa dan kesalahan adalah dengan senantiasa bertaubat kepada Allah dan bukan malah menikmati atau berbangga dengan dosa dan kesalahannya itu
3. Hadits yang mulia ini menunjukkan keutamaan orang-orang yang banyak bertaubat kepada Allah Ta’aala
4. Hadits yang mulia ini bukan menjadi dalil bolehnya melakukan dosa dan kesalahan secara sengaja
Wallahu a’lam
Wa shallallahu wa sallama ‘alaa Nabiyyinaa Muhammad
sumber: HaditsPilihanku
Apa Itu Tinta DTG?
Apa Itu DTG?
DTG singkatan dari Direct To Garment. Sesuai namanya DTG printer adalah mesin cetak dengan metode tinta langsung ke kain (garmen) melalui proses pre-treatment dan diakhiri proses heatpress. Hasil print akan tercetak bagus serta tidak akan luntur karena memakai tinta khusus garmen.
Kaos Warna Dengan Tinta Putih dan Tanpa Tinta Putih
Tanpa Tinta Putih :
Dalam proses Print kaos DTG tanpa menggunakan tinta putih, dilakukan tanpa melakukan proses memberi warna lapisan dasar dalam sebuah kaos yang akan dicetak. Sehingga tinta yang keluar akan diserap lansung ke serat bahan kain.
Oleh karna itu terdapat beberapa perbedaan hasil print kaos DTG tanpa menggunakan tinta putih, dan beberapa perbedaan itu antara lain:
Dengan Tinta Putih :
DTG singkatan dari Direct To Garment. Sesuai namanya DTG printer adalah mesin cetak dengan metode tinta langsung ke kain (garmen) melalui proses pre-treatment dan diakhiri proses heatpress. Hasil print akan tercetak bagus serta tidak akan luntur karena memakai tinta khusus garmen.
Kaos Warna Dengan Tinta Putih dan Tanpa Tinta Putih
Tanpa Tinta Putih :
Dalam proses Print kaos DTG tanpa menggunakan tinta putih, dilakukan tanpa melakukan proses memberi warna lapisan dasar dalam sebuah kaos yang akan dicetak. Sehingga tinta yang keluar akan diserap lansung ke serat bahan kain.
Oleh karna itu terdapat beberapa perbedaan hasil print kaos DTG tanpa menggunakan tinta putih, dan beberapa perbedaan itu antara lain:
- Apabila didalam design atau gambar terdapat warna putih maka warna tersebut tidak akan tercetak dan akan menjadi warna dasar bahan kaos yang dipilih.
- Akan terjadi perubahan warna gambar apabila memakai warna kaos selain putih, dan perubahan tersebut sangat tergantung dengan pemilihan kaos yang dipilih.
Dengan Tinta Putih :
Dalam proses cetak kaos metode DTG dengan menggunakan tinta putih, Hasil kaos setelah dicetak akan timbul seperti hasil sablon manual yang berbeda apabila dibandingkan hasil cetak kaos DTG tanpa menggunakan tinta putih yang menyerap lansung ke serat benang kaos.
Dalam proses cetak kaos metode ini, Tinta putih berguna untuk warna dasar kaos sebelum desain atau gambar akan dicetak.
Apa Itu DTG?
DTG singkatan dari Direct To Garment. Sesuai namanya DTG printer adalah mesin cetak dengan metode tinta langsung ke kain (garmen) melalui proses pre-treatment dan diakhiri proses heatpress. Hasil print akan tercetak bagus serta tidak akan luntur karena memakai tinta khusus garmen.
Kaos Warna Dengan Tinta Putih dan Tanpa Tinta Putih
Tanpa Tinta Putih :
Dalam proses Print kaos DTG tanpa menggunakan tinta putih, dilakukan tanpa melakukan proses memberi warna lapisan dasar dalam sebuah kaos yang akan dicetak. Sehingga tinta yang keluar akan diserap lansung ke serat bahan kain.
Oleh karna itu terdapat beberapa perbedaan hasil print kaos DTG tanpa menggunakan tinta putih, dan beberapa perbedaan itu antara lain:
Dengan Tinta Putih :
DTG singkatan dari Direct To Garment. Sesuai namanya DTG printer adalah mesin cetak dengan metode tinta langsung ke kain (garmen) melalui proses pre-treatment dan diakhiri proses heatpress. Hasil print akan tercetak bagus serta tidak akan luntur karena memakai tinta khusus garmen.
Kaos Warna Dengan Tinta Putih dan Tanpa Tinta Putih
Tanpa Tinta Putih :
Dalam proses Print kaos DTG tanpa menggunakan tinta putih, dilakukan tanpa melakukan proses memberi warna lapisan dasar dalam sebuah kaos yang akan dicetak. Sehingga tinta yang keluar akan diserap lansung ke serat bahan kain.
Oleh karna itu terdapat beberapa perbedaan hasil print kaos DTG tanpa menggunakan tinta putih, dan beberapa perbedaan itu antara lain:
- Apabila didalam design atau gambar terdapat warna putih maka warna tersebut tidak akan tercetak dan akan menjadi warna dasar bahan kaos yang dipilih.
- Akan terjadi perubahan warna gambar apabila memakai warna kaos selain putih, dan perubahan tersebut sangat tergantung dengan pemilihan kaos yang dipilih.
Dengan Tinta Putih :
Dalam proses cetak kaos metode DTG dengan menggunakan tinta putih, Hasil kaos setelah dicetak akan timbul seperti hasil sablon manual yang berbeda apabila dibandingkan hasil cetak kaos DTG tanpa menggunakan tinta putih yang menyerap lansung ke serat benang kaos.
Dalam proses cetak kaos metode ini, Tinta putih berguna untuk warna dasar kaos sebelum desain atau gambar akan dicetak.
Allah Ta’aala Tidak Melihat Rupa Kalian
![]() |
Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam untuk Rasulullah. Amma ba’du.
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ -صلى الله عليه وسلم- « إِنَّ اللهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ ».
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, dia berkata : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallama bersabda : “Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada bentuk rupa dan harta kalian. Akan tetapi Dia memperhatikan hati dan amal-amal kalian. [HSR. Muslim rahimahullahu dalam Kitab Shahihnya no. 6708, Maktabah Syamilah]
Demikian dapat disampaikan. Semoga Allah memberikan kefahaman dan manfaatnya kepada kita semua, aamiin.
Wa shallallahu wa sallama ‘alaa Nabiyyinaa Muhammad
Ibnu Mukhtar
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ -صلى الله عليه وسلم- « إِنَّ اللهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ ».
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, dia berkata : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallama bersabda : “Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada bentuk rupa dan harta kalian. Akan tetapi Dia memperhatikan hati dan amal-amal kalian. [HSR. Muslim rahimahullahu dalam Kitab Shahihnya no. 6708, Maktabah Syamilah]
Demikian dapat disampaikan. Semoga Allah memberikan kefahaman dan manfaatnya kepada kita semua, aamiin.
Wa shallallahu wa sallama ‘alaa Nabiyyinaa Muhammad
Ibnu Mukhtar
source: HaditsPilihanku
![]() |
Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam untuk Rasulullah. Amma ba’du.
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ -صلى الله عليه وسلم- « إِنَّ اللهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ ».
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, dia berkata : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallama bersabda : “Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada bentuk rupa dan harta kalian. Akan tetapi Dia memperhatikan hati dan amal-amal kalian. [HSR. Muslim rahimahullahu dalam Kitab Shahihnya no. 6708, Maktabah Syamilah]
Demikian dapat disampaikan. Semoga Allah memberikan kefahaman dan manfaatnya kepada kita semua, aamiin.
Wa shallallahu wa sallama ‘alaa Nabiyyinaa Muhammad
Ibnu Mukhtar
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ -صلى الله عليه وسلم- « إِنَّ اللهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ ».
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, dia berkata : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallama bersabda : “Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada bentuk rupa dan harta kalian. Akan tetapi Dia memperhatikan hati dan amal-amal kalian. [HSR. Muslim rahimahullahu dalam Kitab Shahihnya no. 6708, Maktabah Syamilah]
Demikian dapat disampaikan. Semoga Allah memberikan kefahaman dan manfaatnya kepada kita semua, aamiin.
Wa shallallahu wa sallama ‘alaa Nabiyyinaa Muhammad
Ibnu Mukhtar
source: HaditsPilihanku
Kisah Nyata Penghafal Qur'an
Diceritakan oleh Ustadz M Nur Alim, Pengasuh Pondok Tahfidz Harun Asy-Syafi’i Karang Kajen - Yogyakarta
PERNIKAHAN DAN RUMAH BONUS DARI ALLAH
Pada kesempatan malam ke-8 Ramadhan, ust Nur Alim menyemangati para jama’ah untuk mengisi waktu ramadhan dengan memperbanyak membaca Al-Qur’an. Beliau juga menyemangati untuk mulai menghafalkan Al-Qur’an, beliau berkisah tentang pengalaman yang dialami oleh salah seorang alumni pesantren tahfidz Harun Asy-Syafi’i.
Dia bernama Tukimin. Seorang pemuda petani sederhana berusia 26 tahun dari sebuah desa di Magelang, Jawa Tengah. Dia hidup sangat sederhana bersama Ibu dan adiknya. Suatu ketika, Tukimin berkeinginan kuat untuk menghafalkan Al Qur’an, kemudian dia memohon ijin kepada ibunya.
“ Mak! Aku njaluk pangestune arepe ngapalke alqur'an neng pondok…”
Permintaan ijin untuk pergi mondok untuk menghafalkan Al-Qur’an kepada ibunya ini bukanlah perkara yang sederhana bagi Tukimin. Tukimin adalah tulang punggung keluarga, dengan perginya dia untuk mondok tersebut secara otomatis pendapatan keluarganya dari bertani menjadi terhenti untuk sementara waktu. Tapi masya Allah, ibunya mengijinkan Tukimin untuk pergi menghafalkan Al-Qur’an.
Kemudian berangkatlah Tukimin menuju ke Jogja, ke daerah Pasar Telo – Karangkajen, Jogja.
tepatnya di pondok Harun Asy-Syafi’i dengan bekal seadanya. Sehari-hari Tukimin tekun menghafalkan Al-Qur’an selama 16 jam sehari. Segenap waktu dan tenaga dia curahkan untuk menghafalkan Al-Qur’an.
Karena keterbatasan ekonomi, seharinya Tukimin hanya makan nasi berlaukkan kecap. Teman-teman sepondoknya sering menawarinya dengan lauk yang mereka miliki, terkadang dia terima, terkadang pula dia tolak. Karena keterbatasan ekonomi inilah maka pondok membebaskan biaya mondok Tukimin.
4 bulan berlalu…
Tukimin merasakan himpitan ekonomi keluarganya akibat dia tinggalkan untuk mondok terasa semakin berat. Kemudian dia pamit untuk kembali kepada keluarganya untuk menyambung nafkah keluarga. Dia pulang dengan bekal hafalan 20 Juz. Masya Allah...!!!
Sesampainya di desa...
Tukimin melanjutkan pekerjaannya sebagai petani, dia bekerja keras mengumpulkan nafkah untuk keluarganya, dan dalam hatinya dia tetap berkeinginan kuat untuk mengkhatamkan Al-Qur’an. Ketika dia merasakan bahwa tabungan yang dimiliki oleh keluarganya telah mencukupi, maka Tukimin kembali lagi ke Jogja untuk meneruskan hafalannya.
Dan berkat rahmat Allah disertai usaha kerasnya, maka dia berhasil mengkhatamkan seluruh Al-Quran dalam total waktu kurang dari 6 bulan, Masya Allah… laa haula walaa quwwata illa billaah
Setelah berhasil mengkhatamkan hafalan Al-Qur’an, maka Tukimin bergegas pulang ke desanya untuk berbakti kepada ibunya dan mencukupi kebutuhan keluarganya. Dalam perjalanannya pulang
ada seorang bidan perempuan yang belum berkeluarga, yang tertarik hatinya kepada Tukimin.
Bidan tersebut mengikuti Tukimin hingga sampai ke rumah ibunya, tapi dia tidak berani masuk ke rumah orang tua Tukimin. Di lain waktu bidan tersebut kembali mendatangi rumah Tukimin,
akan tetapi tidak bersua dengannya. Hal ini dilakukannya hingga 4 kali akan tetapi tidak pernah bertemu dengan Tukimin.
Kemudian satu saat, sang bidan memberanikan diri untuk menyampaikan kepada ayahnya bahwa dia ingin Tukimin menjadi suaminya.
Alhamdulillah....
Mereka berdua akhirnya menikah. Sudah habiskah ceritanya hingga sampai disini saja? Ternyata belum.
Suatu ketika Tukimin memperoleh informasi bahwa sebuah perusahaan pengembang perumahan memberikan jatah rumah gratis kepada hafidz qur’an yang lolos uji. Maka Tukimin memberanikan diri untuk mengikuti ujian tersebut. Dari 80an peserta uji, Tukimin termasuk dari 4 yang lolos seleksi. Sekarang Tukimin tinggal bersama keluarganya di perumahan tersebut…
Demikianlah Allah angkat derajat para penghafal Al-Qur’an.
Bagaimana dengan kita?
![]() |
Pada kesempatan malam ke-8 Ramadhan, ust Nur Alim menyemangati para jama’ah untuk mengisi waktu ramadhan dengan memperbanyak membaca Al-Qur’an. Beliau juga menyemangati untuk mulai menghafalkan Al-Qur’an, beliau berkisah tentang pengalaman yang dialami oleh salah seorang alumni pesantren tahfidz Harun Asy-Syafi’i.
Dia bernama Tukimin. Seorang pemuda petani sederhana berusia 26 tahun dari sebuah desa di Magelang, Jawa Tengah. Dia hidup sangat sederhana bersama Ibu dan adiknya. Suatu ketika, Tukimin berkeinginan kuat untuk menghafalkan Al Qur’an, kemudian dia memohon ijin kepada ibunya.
“ Mak! Aku njaluk pangestune arepe ngapalke alqur'an neng pondok…”
Permintaan ijin untuk pergi mondok untuk menghafalkan Al-Qur’an kepada ibunya ini bukanlah perkara yang sederhana bagi Tukimin. Tukimin adalah tulang punggung keluarga, dengan perginya dia untuk mondok tersebut secara otomatis pendapatan keluarganya dari bertani menjadi terhenti untuk sementara waktu. Tapi masya Allah, ibunya mengijinkan Tukimin untuk pergi menghafalkan Al-Qur’an.
Kemudian berangkatlah Tukimin menuju ke Jogja, ke daerah Pasar Telo – Karangkajen, Jogja.
tepatnya di pondok Harun Asy-Syafi’i dengan bekal seadanya. Sehari-hari Tukimin tekun menghafalkan Al-Qur’an selama 16 jam sehari. Segenap waktu dan tenaga dia curahkan untuk menghafalkan Al-Qur’an.
Karena keterbatasan ekonomi, seharinya Tukimin hanya makan nasi berlaukkan kecap. Teman-teman sepondoknya sering menawarinya dengan lauk yang mereka miliki, terkadang dia terima, terkadang pula dia tolak. Karena keterbatasan ekonomi inilah maka pondok membebaskan biaya mondok Tukimin.
4 bulan berlalu…
Tukimin merasakan himpitan ekonomi keluarganya akibat dia tinggalkan untuk mondok terasa semakin berat. Kemudian dia pamit untuk kembali kepada keluarganya untuk menyambung nafkah keluarga. Dia pulang dengan bekal hafalan 20 Juz. Masya Allah...!!!
Sesampainya di desa...
Tukimin melanjutkan pekerjaannya sebagai petani, dia bekerja keras mengumpulkan nafkah untuk keluarganya, dan dalam hatinya dia tetap berkeinginan kuat untuk mengkhatamkan Al-Qur’an. Ketika dia merasakan bahwa tabungan yang dimiliki oleh keluarganya telah mencukupi, maka Tukimin kembali lagi ke Jogja untuk meneruskan hafalannya.
Dan berkat rahmat Allah disertai usaha kerasnya, maka dia berhasil mengkhatamkan seluruh Al-Quran dalam total waktu kurang dari 6 bulan, Masya Allah… laa haula walaa quwwata illa billaah
Setelah berhasil mengkhatamkan hafalan Al-Qur’an, maka Tukimin bergegas pulang ke desanya untuk berbakti kepada ibunya dan mencukupi kebutuhan keluarganya. Dalam perjalanannya pulang
ada seorang bidan perempuan yang belum berkeluarga, yang tertarik hatinya kepada Tukimin.
Bidan tersebut mengikuti Tukimin hingga sampai ke rumah ibunya, tapi dia tidak berani masuk ke rumah orang tua Tukimin. Di lain waktu bidan tersebut kembali mendatangi rumah Tukimin,
akan tetapi tidak bersua dengannya. Hal ini dilakukannya hingga 4 kali akan tetapi tidak pernah bertemu dengan Tukimin.
Kemudian satu saat, sang bidan memberanikan diri untuk menyampaikan kepada ayahnya bahwa dia ingin Tukimin menjadi suaminya.
Alhamdulillah....
Mereka berdua akhirnya menikah. Sudah habiskah ceritanya hingga sampai disini saja? Ternyata belum.
Suatu ketika Tukimin memperoleh informasi bahwa sebuah perusahaan pengembang perumahan memberikan jatah rumah gratis kepada hafidz qur’an yang lolos uji. Maka Tukimin memberanikan diri untuk mengikuti ujian tersebut. Dari 80an peserta uji, Tukimin termasuk dari 4 yang lolos seleksi. Sekarang Tukimin tinggal bersama keluarganya di perumahan tersebut…
Demikianlah Allah angkat derajat para penghafal Al-Qur’an.
Bagaimana dengan kita?
Diceritakan oleh Ustadz M Nur Alim, Pengasuh Pondok Tahfidz Harun Asy-Syafi’i Karang Kajen - Yogyakarta
PERNIKAHAN DAN RUMAH BONUS DARI ALLAH
Pada kesempatan malam ke-8 Ramadhan, ust Nur Alim menyemangati para jama’ah untuk mengisi waktu ramadhan dengan memperbanyak membaca Al-Qur’an. Beliau juga menyemangati untuk mulai menghafalkan Al-Qur’an, beliau berkisah tentang pengalaman yang dialami oleh salah seorang alumni pesantren tahfidz Harun Asy-Syafi’i.
Dia bernama Tukimin. Seorang pemuda petani sederhana berusia 26 tahun dari sebuah desa di Magelang, Jawa Tengah. Dia hidup sangat sederhana bersama Ibu dan adiknya. Suatu ketika, Tukimin berkeinginan kuat untuk menghafalkan Al Qur’an, kemudian dia memohon ijin kepada ibunya.
“ Mak! Aku njaluk pangestune arepe ngapalke alqur'an neng pondok…”
Permintaan ijin untuk pergi mondok untuk menghafalkan Al-Qur’an kepada ibunya ini bukanlah perkara yang sederhana bagi Tukimin. Tukimin adalah tulang punggung keluarga, dengan perginya dia untuk mondok tersebut secara otomatis pendapatan keluarganya dari bertani menjadi terhenti untuk sementara waktu. Tapi masya Allah, ibunya mengijinkan Tukimin untuk pergi menghafalkan Al-Qur’an.
Kemudian berangkatlah Tukimin menuju ke Jogja, ke daerah Pasar Telo – Karangkajen, Jogja.
tepatnya di pondok Harun Asy-Syafi’i dengan bekal seadanya. Sehari-hari Tukimin tekun menghafalkan Al-Qur’an selama 16 jam sehari. Segenap waktu dan tenaga dia curahkan untuk menghafalkan Al-Qur’an.
Karena keterbatasan ekonomi, seharinya Tukimin hanya makan nasi berlaukkan kecap. Teman-teman sepondoknya sering menawarinya dengan lauk yang mereka miliki, terkadang dia terima, terkadang pula dia tolak. Karena keterbatasan ekonomi inilah maka pondok membebaskan biaya mondok Tukimin.
4 bulan berlalu…
Tukimin merasakan himpitan ekonomi keluarganya akibat dia tinggalkan untuk mondok terasa semakin berat. Kemudian dia pamit untuk kembali kepada keluarganya untuk menyambung nafkah keluarga. Dia pulang dengan bekal hafalan 20 Juz. Masya Allah...!!!
Sesampainya di desa...
Tukimin melanjutkan pekerjaannya sebagai petani, dia bekerja keras mengumpulkan nafkah untuk keluarganya, dan dalam hatinya dia tetap berkeinginan kuat untuk mengkhatamkan Al-Qur’an. Ketika dia merasakan bahwa tabungan yang dimiliki oleh keluarganya telah mencukupi, maka Tukimin kembali lagi ke Jogja untuk meneruskan hafalannya.
Dan berkat rahmat Allah disertai usaha kerasnya, maka dia berhasil mengkhatamkan seluruh Al-Quran dalam total waktu kurang dari 6 bulan, Masya Allah… laa haula walaa quwwata illa billaah
Setelah berhasil mengkhatamkan hafalan Al-Qur’an, maka Tukimin bergegas pulang ke desanya untuk berbakti kepada ibunya dan mencukupi kebutuhan keluarganya. Dalam perjalanannya pulang
ada seorang bidan perempuan yang belum berkeluarga, yang tertarik hatinya kepada Tukimin.
Bidan tersebut mengikuti Tukimin hingga sampai ke rumah ibunya, tapi dia tidak berani masuk ke rumah orang tua Tukimin. Di lain waktu bidan tersebut kembali mendatangi rumah Tukimin,
akan tetapi tidak bersua dengannya. Hal ini dilakukannya hingga 4 kali akan tetapi tidak pernah bertemu dengan Tukimin.
Kemudian satu saat, sang bidan memberanikan diri untuk menyampaikan kepada ayahnya bahwa dia ingin Tukimin menjadi suaminya.
Alhamdulillah....
Mereka berdua akhirnya menikah. Sudah habiskah ceritanya hingga sampai disini saja? Ternyata belum.
Suatu ketika Tukimin memperoleh informasi bahwa sebuah perusahaan pengembang perumahan memberikan jatah rumah gratis kepada hafidz qur’an yang lolos uji. Maka Tukimin memberanikan diri untuk mengikuti ujian tersebut. Dari 80an peserta uji, Tukimin termasuk dari 4 yang lolos seleksi. Sekarang Tukimin tinggal bersama keluarganya di perumahan tersebut…
Demikianlah Allah angkat derajat para penghafal Al-Qur’an.
Bagaimana dengan kita?
![]() |
Pada kesempatan malam ke-8 Ramadhan, ust Nur Alim menyemangati para jama’ah untuk mengisi waktu ramadhan dengan memperbanyak membaca Al-Qur’an. Beliau juga menyemangati untuk mulai menghafalkan Al-Qur’an, beliau berkisah tentang pengalaman yang dialami oleh salah seorang alumni pesantren tahfidz Harun Asy-Syafi’i.
Dia bernama Tukimin. Seorang pemuda petani sederhana berusia 26 tahun dari sebuah desa di Magelang, Jawa Tengah. Dia hidup sangat sederhana bersama Ibu dan adiknya. Suatu ketika, Tukimin berkeinginan kuat untuk menghafalkan Al Qur’an, kemudian dia memohon ijin kepada ibunya.
“ Mak! Aku njaluk pangestune arepe ngapalke alqur'an neng pondok…”
Permintaan ijin untuk pergi mondok untuk menghafalkan Al-Qur’an kepada ibunya ini bukanlah perkara yang sederhana bagi Tukimin. Tukimin adalah tulang punggung keluarga, dengan perginya dia untuk mondok tersebut secara otomatis pendapatan keluarganya dari bertani menjadi terhenti untuk sementara waktu. Tapi masya Allah, ibunya mengijinkan Tukimin untuk pergi menghafalkan Al-Qur’an.
Kemudian berangkatlah Tukimin menuju ke Jogja, ke daerah Pasar Telo – Karangkajen, Jogja.
tepatnya di pondok Harun Asy-Syafi’i dengan bekal seadanya. Sehari-hari Tukimin tekun menghafalkan Al-Qur’an selama 16 jam sehari. Segenap waktu dan tenaga dia curahkan untuk menghafalkan Al-Qur’an.
Karena keterbatasan ekonomi, seharinya Tukimin hanya makan nasi berlaukkan kecap. Teman-teman sepondoknya sering menawarinya dengan lauk yang mereka miliki, terkadang dia terima, terkadang pula dia tolak. Karena keterbatasan ekonomi inilah maka pondok membebaskan biaya mondok Tukimin.
4 bulan berlalu…
Tukimin merasakan himpitan ekonomi keluarganya akibat dia tinggalkan untuk mondok terasa semakin berat. Kemudian dia pamit untuk kembali kepada keluarganya untuk menyambung nafkah keluarga. Dia pulang dengan bekal hafalan 20 Juz. Masya Allah...!!!
Sesampainya di desa...
Tukimin melanjutkan pekerjaannya sebagai petani, dia bekerja keras mengumpulkan nafkah untuk keluarganya, dan dalam hatinya dia tetap berkeinginan kuat untuk mengkhatamkan Al-Qur’an. Ketika dia merasakan bahwa tabungan yang dimiliki oleh keluarganya telah mencukupi, maka Tukimin kembali lagi ke Jogja untuk meneruskan hafalannya.
Dan berkat rahmat Allah disertai usaha kerasnya, maka dia berhasil mengkhatamkan seluruh Al-Quran dalam total waktu kurang dari 6 bulan, Masya Allah… laa haula walaa quwwata illa billaah
Setelah berhasil mengkhatamkan hafalan Al-Qur’an, maka Tukimin bergegas pulang ke desanya untuk berbakti kepada ibunya dan mencukupi kebutuhan keluarganya. Dalam perjalanannya pulang
ada seorang bidan perempuan yang belum berkeluarga, yang tertarik hatinya kepada Tukimin.
Bidan tersebut mengikuti Tukimin hingga sampai ke rumah ibunya, tapi dia tidak berani masuk ke rumah orang tua Tukimin. Di lain waktu bidan tersebut kembali mendatangi rumah Tukimin,
akan tetapi tidak bersua dengannya. Hal ini dilakukannya hingga 4 kali akan tetapi tidak pernah bertemu dengan Tukimin.
Kemudian satu saat, sang bidan memberanikan diri untuk menyampaikan kepada ayahnya bahwa dia ingin Tukimin menjadi suaminya.
Alhamdulillah....
Mereka berdua akhirnya menikah. Sudah habiskah ceritanya hingga sampai disini saja? Ternyata belum.
Suatu ketika Tukimin memperoleh informasi bahwa sebuah perusahaan pengembang perumahan memberikan jatah rumah gratis kepada hafidz qur’an yang lolos uji. Maka Tukimin memberanikan diri untuk mengikuti ujian tersebut. Dari 80an peserta uji, Tukimin termasuk dari 4 yang lolos seleksi. Sekarang Tukimin tinggal bersama keluarganya di perumahan tersebut…
Demikianlah Allah angkat derajat para penghafal Al-Qur’an.
Bagaimana dengan kita?
Tips Merawat Kaos DTG
![]() |
1. Jangan Direndam Terlalu Lama
Jangan merendam kaos Anda terlalu lama. Usahakan untuk kaos yang baru pertama kali dicuci tidak direndam lebih dari 30 menit, dan untuk kaos lama tidak lebih dari 1 jam. Jangan pula rendam dalam air dengan deterjen berlebihan. Karena deterjen berlebih dapat mengakibatkan sablon pada kaos cepat rusak / terkelupas.
2. Pisahkan saat dicuci
Pisahkan kaos Anda dengan pakaian lain, khususnya yang berwarna kuat seperti hitam, merah, biru, dsb dengan kaos berwarna putih.
3. Jangan disikat
Kaos berbahan cotton memiliki tekstur kain yang lembut. Hindari menyikat kaos tipe ini, karena dapat merusak tekstur kain. Hindari juga kucekan dan perasan yang kuat karena selain merusak pori-pori baju juga dapat mengonyak sablon, khususnya pada kaos selain warna putih dan abu.
4. Jemur terbalik
Tahukah Anda bahwa sinar matahari berlebih dapat mengakibatkan warna kaos dan sablon anda memudar. Untuk mencegahnya jemur kaos Anda dengan posisi terbalik. Bagian dalam menghadap luar, dan bagian yang bersablon di dalam.
5. Hindari Pemutih
Hindari kaos DTG dari pemutih. Karena bahan kimia dari pemutih dapat membuat sablon DTG di kaos anda menjadi luntur.
6. Hindari mencuci dengan Mesin cuci
Sebaiknya cuci kaos Anda secara manual dengan tangan. Mencuci dengan mesin cuci dapat mengakibatkan kaos menjadi melar, sablon cepat rusak dan pori - pori kain kasar. Hal ini karena saat berputar kaos akan menerima beban tarik - ulur dan gesekan dengan kain lain disekitarnya.
7. Setrika
Agar kaos Anda awet, sebaiknya selalu setrika setelah dicuci-jemur. Pastikan menyetrika baju dalam keadaan kering. Dan untuk kaos berwarna selain putih, hindari menyetrika pada bagian sablon. Setrika dalam keadaan kaos terbalik lebih bagus.
8. Noda
Apabila kaos kesayangan Anda terkena noda, segera cuci pada bagian yang bernoda. Gunakan shampoo/detergen, oleskan pada bagian noda. Gosok dengan halus dan bilas dengan air bersih hingga noda menghilang.
9. Kaos keren bukan untuk tidur
Agar kaos Anda awet hindari menggunakannya untuk tidur. Mengapa? Karena kaos akan menjadi cepat kotor khususnya di bagian leher.
sumber: apeyeproject
![]() |
1. Jangan Direndam Terlalu Lama
Jangan merendam kaos Anda terlalu lama. Usahakan untuk kaos yang baru pertama kali dicuci tidak direndam lebih dari 30 menit, dan untuk kaos lama tidak lebih dari 1 jam. Jangan pula rendam dalam air dengan deterjen berlebihan. Karena deterjen berlebih dapat mengakibatkan sablon pada kaos cepat rusak / terkelupas.
2. Pisahkan saat dicuci
Pisahkan kaos Anda dengan pakaian lain, khususnya yang berwarna kuat seperti hitam, merah, biru, dsb dengan kaos berwarna putih.
3. Jangan disikat
Kaos berbahan cotton memiliki tekstur kain yang lembut. Hindari menyikat kaos tipe ini, karena dapat merusak tekstur kain. Hindari juga kucekan dan perasan yang kuat karena selain merusak pori-pori baju juga dapat mengonyak sablon, khususnya pada kaos selain warna putih dan abu.
4. Jemur terbalik
Tahukah Anda bahwa sinar matahari berlebih dapat mengakibatkan warna kaos dan sablon anda memudar. Untuk mencegahnya jemur kaos Anda dengan posisi terbalik. Bagian dalam menghadap luar, dan bagian yang bersablon di dalam.
5. Hindari Pemutih
Hindari kaos DTG dari pemutih. Karena bahan kimia dari pemutih dapat membuat sablon DTG di kaos anda menjadi luntur.
6. Hindari mencuci dengan Mesin cuci
Sebaiknya cuci kaos Anda secara manual dengan tangan. Mencuci dengan mesin cuci dapat mengakibatkan kaos menjadi melar, sablon cepat rusak dan pori - pori kain kasar. Hal ini karena saat berputar kaos akan menerima beban tarik - ulur dan gesekan dengan kain lain disekitarnya.
7. Setrika
Agar kaos Anda awet, sebaiknya selalu setrika setelah dicuci-jemur. Pastikan menyetrika baju dalam keadaan kering. Dan untuk kaos berwarna selain putih, hindari menyetrika pada bagian sablon. Setrika dalam keadaan kaos terbalik lebih bagus.
8. Noda
Apabila kaos kesayangan Anda terkena noda, segera cuci pada bagian yang bernoda. Gunakan shampoo/detergen, oleskan pada bagian noda. Gosok dengan halus dan bilas dengan air bersih hingga noda menghilang.
9. Kaos keren bukan untuk tidur
Agar kaos Anda awet hindari menggunakannya untuk tidur. Mengapa? Karena kaos akan menjadi cepat kotor khususnya di bagian leher.
sumber: apeyeproject
Langganan:
Postingan (Atom)












